Rabu, 10 September 2014

INGIN BERSAMAMU

INGIN BERSAMAMU


Aku tak prnah ingin melupakan dirimu.
Apalagi benci.
Sekian masa sekian cerita tlah kita lewati.
Suka dn duka brsama.

Sungguh berat untk kulupakan.
Sangat tak mungkin untk benci.
Karena kau sangat berkesan.
Karena kau sangat mendalam.

Percayalah kekasihku.
Hanya satu kau kasihku.
Dan hanya satu inginku.
Hidup bersama denganmu.

SELAMAT PAGI CINTA

Semoga hari ini.
Hatimu secerah hari ini.
Secerah matahari brsinar.
Langkah yang kau tapak selalu bawa kebahagiaan.

Biarkn musim brganti.
Tinggalkan kesan yang mendalam.
tak mudah dilupakan dari mata jernihmu yg berkaca.

Lihat aku..
Yg selau bisa bca pikiranmu.
Mengisi jiwamu.
menyapamu menghias hari2mu.

Lihat senyumku...
Dengarkan suaraku...
Akan teduhkan jiwamu.
Karena aku mencintamu dengan kesungguhanku.

Selasa, 02 September 2014

PENGGEMAR RAHASIA

Penggemar Rahasia.
Bisa menatap mu itu,unik.
Bisa memperhatikanmu itu,lucu.
Meskipun hanya ku lakukan dari jauh.
Melihatmu dan menatapmu dari jauh itu,bagiku cukup. Tapi tidak untuk hatiku.
Sekian lama aku bertahan. Hari demi hari, waktu demi waktu, jam demi jam, perasaan ini
Mulai tak tertahankan. Aku mulai tak bisa mengendalikan.
Ku putuskan untuk ku pendam.
Telah lama ku pendam perasaan itu, menunggu hatimu untuk menyambut diriku.
Tak mengapa bagiku,asalkan kau pun bahagia,dalam hidupmu
Mungkin ini jalan takdir ku, karena harus mengagumi tanpa harus dicintai.
Dan biarkan rasa ini kan bahagia untuk selamanya.
Melihat mu bahagia pun,aku senang,
Walau kau bukan bahagia,karena…..aku.


Biografi Abu Bakar Ash-Shiddiq

Biografi Abu Bakar Ash-Shiddiq
Biografi Abu Bakar Ash-Shiddiq
Nama Abu Bakar Ash-Shiddiq yang sebenarnya adalah Abdullah bin Usman bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr Al-Qurasy At-Taimi.
Ibunya adalah Ummu Al-Khair Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Ayah dan ibunya berasal dari kabilah Bani Taim. Ayahnya diberi kunyah (sebutan panggilan) Abu Quhafah. Pada masa jahiliyah, Abu Bakar diberi gelar “Atiq”.
Jasa Abu Bakar di dalam Mengumpulkan Al-Qur’an

Pada tahun 12 H., Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit agar mengumpulkan Al-Qur’an dari berbagai tempat penulisan, baik yang ditulis di kulit-kulit, dedaunan, maupun dari hafalan yang tersimpan dalam dada kaum muslimin. Peristiwa itu terjadi setelah para Qari’ penghafal Al-Qur’an banyak yang terbunuh dalam peperangan Yamamah. Zaid bin Tsabit pernah berkata, “Abu Bakar mengirim surat kepadaku tentang orang-orang yang terbunuh di perang Yamamah. Pada saat aku mendatanginya, aku melihat Umar bin Khathab berada disampingnya. Abu bakar lalu berkata, ‘Umar mendatangiku dan berkata, ‘Sesungguhnya banyak Qari’ penghafal Al-Qur’an yang telah gugur dalam peperangan Yamamah. Aku takut jika para Qari’ yang masih hidup, lalu di kamudian hari terbunuh dalam peperangan, akan mengakibatkan hilangnya sebagaian besar dari ayat Al-Qur’an. Menurut pendapatku, engkau harus menginstruksikan agar segera mengumpulkan dan membukukan Al-Qur’an.’
Aku (Abu Bakar) bertanya kepada Umar, ‘Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah?’ Umar menjawab, “Demi Allah, ini adalah kebaikan!’” Dan Umar terus menuntut Abu Bakar hingga Allah melapangkan dadanya untuk segera melaksanakannya, akhirnya Abu Bakar pun setuju dengan pendapat Umar.
Zaid bin Tsabit berkata, “Kemudian Abu Bakar berkata kepadaku, ‘Engkau adalah seorang pemuda yang jenius, berakal, dan penuh amanah. Selain itu, engkau pun telah terbiasa menulis wahyu untuk Rasulullah, maka carilah seluruh ayat Al-Qur’an yang berserakan dan kumpulkanlah.’” Lalu, Zaid berkata pada dirinya sendiri, “Demi Allah, jika mereka memerintahkan aku untuk memikul gunung, tentulah lebih ringan bagiku daripada melaksanakan perintah Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an.” Kemudian Zaid bin Tsabit pun mulai mengumpulkan tulisan-tulisan Al-Qur’an yang tertulis di daun-daunan, kulit, maupun dari hafalan para penghafal Al-Qur’an.
Kedermawanan Abu Bakar
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Umar Bin Khathab, dia berkata, “Rasulullah menyuruh kami untuk mengeluarkan sedekah. Kebetulan saat itu aku sedang mamiliki harta. Lalu aku katakan, ‘Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar dimana aku tidak pernah mengalahkan Abu Bakar sebelum ini. Aku datang kepada Rasulullah untuk menginfakkan sebagian dari harta milikku.’ Rasulullah bertanya kepadaku, ‘Lalu apa yang kamu sisakan untuk keluargamu?’ Aku katakan kepada Rasulullah bahwa aku meninggalkan (untuk keluargaku) seperti apa yang aku infakkan (masih tersisa setengah harta untuk keluargaku red-) Kemudian Abu Bakar datang kepada Rasulullah dengan menginfakkan seluruh hartanya. Rasulullah menanyakan padanya, ‘Lalu apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?’ Abu Bakar menjawab, ‘Aku menyisakan untuk mereka Allah dan Rasulullah.’ Aku (Umar) berkata setelah itu bahwa aku tidak mungkin untuk mengalahkannya dalam segala hal untuk selamanya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi).
Kecerdasan Abu Bakar
Ibnu Umar pernah ditanya, “Siapa yang memberikan fatwa di zaman Rasulullah?” Dia berkata, “Abu Bakar dan Umar. Aku tidak tahu orang lain selain mereka berdua.” Pada suatu saat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamberkhutbah dihadapan para sahabat, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Yang Mahaagung telah memberikan pilihan kepada seorang hamba antara dunia dan akhirat. Lalu, hamba itu memilih apa yang ada di sisi Allah.” Ketika mendengar hal itu, Abu Bakar menangis lalu berkata, “Kami menjadikan anak-anak dan ibu-ibu kami sebagai jaminan.” Kami (para sahabat red-) merasa aneh dengan tangisannya yang spontan tatkala Rasulullah memberitahukan tentang seorang hamba yang diberi dua pilihan. Rasulullah adalah orang yang diberi pilihan itu, sedangkan Abu Bakar adalah orang yang pandai di antara kami. Rasulullah kemudian bersabda,“Sesungguhnya orang yang paling setia dalam persahabatannya denganku dan dalam hartanya, adalah Abu Bakar. Andaikata aku mengambil seseorang mejadi kekasih selalin Tuhanku, niscaya aku akan jadikan Abu Bakar sebagai kekasih. Namun aku menjadikan dia sebagai saudara seagama yang penuh cinta.” (HR. Bukhari-Muslim).
Ibnu Katsir berkata, “Abu Bakar adalah sahabat yang paling baik bacaannya─yakni dialah yang paling mengerti tentang Al-Qur’an. Oleh karena itu, Rasulullah menjadikannya sebagai imam shalat para sahabat.” Selain paham Al-Qur’an, Abu Bakar merupakan orang yang paling paham sunnah.
Abu bakar Merupakan Sahabat yang Paling Utama
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, dia berkata, “Kami diperintahkan memilih orang-orang (yang paling utama) di zaman Rasulullah, lalu kami memilih Abu Bakar, lalu Umar, kemudian Utsman.”
Diriwayatkan dari Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, dia berkata, “Aku menanyakan pada ayahku, siapa manusia yang paling baik setelah Rasulullah?” Beliau menjawab, “Abu Bakar.” Kemudian aku tanyakan lagi, “Siapa setelahnya?” Beliau menjawab, “Umar.” Dan aku takut jika dia menyebut Utsman setelahnya. Maka kukatakan, “Setelah itu pasti Anda.” Namun beliau menjawab, “Aku hanyalah salah seorang dari kaum muslimin.” (HR. Bukhari).
Pengangkatannya Sebagai Khalifah
Al-Waqidi meriwayatkan dari Aisyah, “Sesungguhnya Abu Bakar di ba’iat pada saat Rasulullah wafat, pada hari Senin tanggal dua belas Rabiul Awwal sebelas Hiriyah.”
Az-Zuhri berkata, “Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata, ‘Aku mendengar Umar berkata pada hari itu (hari wafatnya Rasulullah) kepada Abu Bakar, ‘Naiklah ke atas mimbar,’ maka ia (Umar) pun terus menuntut hingga Abu Bakar naik ke atas mimbar dan di ba’iat oleh seluruh kaum muslimin.’”
Terlihat dengan jelas bahwa para sahabat dari kalangan Muhajirin maupun Anshar telah sepakat untuk mengangkat Abu Bakar sebagai khalifah.
Wafatnya
Abu Bakar wafat pada hari Senin di malam hari. Ada pula yang mengatakan bahwa Abu Bakar wafat setelah maghrib (malam selasa) dan dikuburkan pada malam itu juga, yaitu tepatnya delapan hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil Akhir 13 Hijriyah. Sebelum meninggal, Abu Bakar sakit selama lima belas hari. Pada saat sakit, Abu Bakar mewasiatkan agar tampuk pemerintahan kelak diberikan kepada Umar bin Khathab.
Abu Bakar memimpin sebagai khalifah selama dua tahun tiga bulan. Beliau wafat pada umar 63 tahun. Di antara wasiat Abu Bakar kepada Aisyah, “Aku tidak meninggalkan harta untuk kalian kecuali hewan yang sedang hamil, serta budak yang selalu membantu kita membuat pedang kaum muslimin. Oleh karena itu, jika aku wafat, tolong berikan seluruhnya kepada Umar.” Ketika Aisyah menunaikan wasiat itu kepada Umar, maka Umar berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Bakar. Sesungguhnya dia telah membuat kesulitan (untuk mengikutinya) bagi orang-orang yang menjadi khalifah setelahnya.”
Beliau dimakamkan berdampingan dengan makam Rasulullah yang terletak di kamar Aisyah. Beliau pun di shalatkan oleh Umar bin Khathab


Selasa, 26 Agustus 2014

Andai......

andai mata mampu jujur. pasti takkan adalagi kebohongan.
andai mulut dapat berkata sebenarnya. pasti takkan ada lagi luka yang membekas dihati.
andai hati bisa berucap pasti akan ada kejujuran,walaupun menyakitkan.
andai tangan ini bisa menggapai mu, pasti akan ku gapai dirimu.
andai...................

aku hanya ingin mata mu.....
lihat aku disini yang masih berdiri tegak, walaupun terasa menyakitkan.lihat aku,ada aku yang selalu mencintamu,menyanyangi mu,dengan ketulusan ku.

aku hanya ingin mulutmu yang mungkin (dulu) pernah memanggil namaku.
merangkai kata-kata indah untukku

Kamis, 21 Agustus 2014

Long Distance RelationShip

                             Long Distance RelationShip
 3 kata yang sulit dibayangkan
 3 kata yang sulit untuk dijalani
 harus siap menunggu, harus siap menanti,dan memendam
 bukan tanpa alasan aku menunggu
 bukan tanpa alasan pula aku menanti mu,kapanpun

penantian akan indah pada waktunya.
menunggu akan sangat menyenangkan saat bertemu

mungkin itu,nanti....ntah kapan dan dimana, pasti kita akan bertemu.
kau tau?kadang aku lelah menunggu, kandang juga aku lelah menanti dan memendam
tapi aku mencoba bertahan.aku mencoba kuat dengan semuanya

aku ingin kamu tau,kalau aku kuat :) kalau aku bisa.
aku bisa tanpamu saat ini. aku kuat setiap hari harus memulai pagi,tanpa sapaan mu.
suatu saat pasti akan hadir saat kau menyapaku setiap pagi, ditemani setiap waktu dan hari-hariku

ribuan kilometer memisahkan.
ribuan jarak membentang,menguji kesetiaan
aku,disini akan tetap menunggumu.selalu mendo'akan mu,karena dengan berdoa adalah cara tercepatku untuk memelukmu dari jauh:"))



salam rinduku,
untumu yang jauh disana

 



Rabu, 20 Agustus 2014

catatan kecil ku

Catatan Kecilku..........

sudah lama kita berpisah
sudah lama kita tidak bertemu,berbicara, dan berbagi kasih sayang
menulis cerita baru untuk dikenang hari esok. sudah lama kita tak pernah (lagi) membuka semua harapan
yang dulu ingin kita capai bersama. sudah lama kita kehilangan waktu yang seharusnya kita bisa jalani bersama hingga hari ini.

aku mulai kehilangan dirimu...........
dan aku coba untuk melepaskan dirimu. dan aku coba melepaskan semua hal indah yang pernah ingin kusimpan. tapi, mengapa perasaan apa ini? perasaan yang selalu menghampiri saat aku pejamkan mata dimalam hari. perasaan apa ini? perasaan yang selalu ada disetiap ku membuka mata dan melihat mentari. perasaan apa ini? perasaan yang selalu masuk kedalam pikiran ku saat sepi sekelilingku

walau aku sadar semuanya tlah berlalu
ku hanya ingin melihat senyum mu yang dulu pernah ku lihat..
ku hanya ingin mata mu yang selalu ku lihat...
ku hanya ingin canda mu yang selalu membuatku tertawa
ku ingin genggaman tangan mu yang selalu menyambutku....
tak pernah hilang hingga kini.